Mengagumi Sejarah Sepakbola di Museum Real Madrid F.C

Gue bukan penggemar sepakbola apalagi pemuja klub tertentu. Tapi begitu gue mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Stadium Santiago Bernabeu yang juga menaungi Museum Real Madrid F.C, gue pun tidak menolak. Bersama dua crew lainnya, kami berjalan kaki dari hotel menuju stadium yang ternyata bisa ditempuh hanya dalam waktu 30 menit. Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments

Naik Kereta Gantung di Teleferico, Madrid

mad4

Untuk pertama kalinya gue melihat Madrid dalam roster gue. Gue pun senyum sumringah sebab ini memang merupakan salah satu flight paling dicari oleh crew, apalagi karena layover yang gue dapat lumayan panjang yaitu 50 jam. Hmm, apa yah yang bisa gue lakukan di Madrid selama dua hari? Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments

Marry your Best Friend

holding-hands

Semalam dalam penerbangan Riyadh – Cairo, gue melayani pasangan manula yang duduk di Business Class. Si kakek menyantap makanan penutup berupa kue dan buah sambil tertawa kecil dan membisikkan sesuatu ke nenek cantik di sebelahnya.

Penasaran, gue pun menghampiri mereka berdua. Barangkali mereka perlu segelas air, secangkir teh atau kopi. 

“Sir, would you like another glass of water or anything else?”

“No, I’m okay. Hehehe,” dia masih tertawa kecil.

Gue tersenyum melihat mereka. Nenek cantik di sebelahnya memegang sendok kecil dan menyuapi si kakek sepotong kue dari piringnya.

“Isn’t she sweeter than this?” si kakek memuji nenek, membandingkan dia dengan kue yang disuapkan untuknya. Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments

Mengunjungi Museum Koleksi Terbesar di Istanbul

koc2

Akhir bulan Juli lalu gue senang bukan main karena akhirnya kembali terbang ke Istanbul, Turki. Sudah lama sejak kunjungan terakhir gue ke sana sekitar lima-enam bulan lalu. Yang bikin gue lebih senang adalah kali ini gue mendapat layover 49 jam di sana, yang berarti gue berada di kota keren tersebut selama dua hari lamanya. Lumayan panjang waktu yang bisa gue gunakan untuk berjalan-jalan tanpa harus mengorbankan waktu tidur dan istirahat selepas terbang dua sektor Riyadh – Dammam – Istanbul.

Berhubung ini layover panjang, gue pun merencanakan untuk pergi sendirian saja tanpa ditemani satupun kru lainnya. Gue memang lebih senang jalan-jalan sendiri daripada berkelompok dengan terlalu banyak orang. Dengan begitu gue bisa bebas menentukan mau jalan ke mana tanpa perlu pusing memikirkan apakah orang lain mau mengunjungi tempat yang sama atau nggak. Di hari kedua layover, gue pun tanpa pikir panjang memutuskan untuk pergi ke Rahmi M. Koç Muzesi. Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments

Bendera Setengah Tiang di Amerika

half-mast-flags1

Pada tanggal 21 Juli kemarin gue terbang ke Washington D.C dan menghabiskan waktu layover selama 29 jam di sana. Berhubung gue ga jalan-jalan dengan sesama crew, jangan heran bila gue ga punya foto-foto layover di tempat-tempat yang biasa dikunjungi turis. Meski begitu gue sempat berjalan-jalan ke Washington Monument di malam hari dan melihat sebuah pemandangan menarik.

Bendera-bendera disana dikibarkan setengah tiang. Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments

Sepuluh Dirham Kenangan dari Dubai

Untuk kedua kalinya dikasih duit sama penumpang pas penerbangan Dubai. Dulu dapat 50 riyal (SAR) sekarang dapet 10 dirham (AED).

“This one from Mama,” kata anak kecil berbando Minnie Mouse, nyamperin gue ke galley abis landing.

“What? Thank you, but no need for this.”

Gue khawatir takutnya nih anak nyolong duit emaknya, entar kan gue lagi yang berabe. Setelah nanya di mana ibunya, gue sama anak itu pun nyamperin ibunya yang masih sibuk rapiin tas belanjaan duty freenya. Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments

Jadi Pembicara di Flight Attendant Talk Show

TS7

Postingan ini seharusnya dibuat bulan lalu, tapi berhubung agenda gue di bulan Juni sangat padat barulah gue punya waktu sekarang untuk menulis. Ini pun gue sebenarnya masih capek banget karena baru kembali dari perjalanan 10 hari di Amerika. Untuk perjalanan gue selama di sana, akan gue bahas di postingan terpisah.

Tanggal 19 Juni lalu, gue kembali menjadi pembicara dalam event “Flight Attendant Talkshow” yang dipanitiai oleh teman sesama cabin crew SAUDIA, Pratiwi Hidayat. Tiwi, panggilan gue buat crew yang sekarang berbasis di Jakarta ini, bersama timnya dalam waktu yang cukup singkat dengan rapi menyiapkan beragam keperluan acara. Mulai dari pengadaan tempat dan dekorasi, kontak MC dan fotografer, juga menyediakan makanan dan minuman untuk keperluan buka puasa bersama para peserta yang hadir di acara itu.

Gue dan Tiwi berbagi panggung untuk membagikan materi tentang menjadi cabin crew. Materi yang kami bawakan berbeda walaupun intinya adalah persiapan dan keterampilan untuk bisa lolos dalam tahapan-tahapan rekrutmen cabin crew di berbagai maskapai pada umumnya. Continue reading →

Use Facebook to Comment

comments