Bendera Setengah Tiang di Amerika

half-mast-flags1

Pada tanggal 21 Juli kemarin gue terbang ke Washington D.C dan menghabiskan waktu layover selama 29 jam di sana. Berhubung gue ga jalan-jalan dengan sesama crew, jangan heran bila gue ga punya foto-foto layover di tempat-tempat yang biasa dikunjungi turis. Meski begitu gue sempat berjalan-jalan ke Washington Monument di malam hari dan melihat sebuah pemandangan menarik.

Bendera-bendera disana dikibarkan setengah tiang.

Beberapa jam sebelumnya, sewaktu sedang menunggu bus jemputan crew menuju hotel, gue juga memperhatikan bahwa bendera Amerika Serikat hanya dikibarkan setengah tiang saja. Jadi di mana-mana saat ini bendera negeri Paman Sam tersebut sedang menunjukkan suasana duka. Dan salah seorang cabin crew yang lain juga bilang bahwa pemandangan ini sudah terlihat sejak bulan Juni lalu.

Karena penasaran, gue pun googling dan mencari tahu sebenarnya ada apa sih. Dengan menggunakan keywords “Why is American Flag at half-mast today?” beberapa link artikel pun bermunculan. Laman pertama yang gue buka bersumber dari website us.halfstaff.org. Di situ tertera status bendera Amerika dan alasan di balik pengibarannya yang hanya setengah tiang.

Ternyata sejak awal tahun 2016 ini pengibaran bendera Amerika setengah tiang hampir tidak berhenti untuk berbagai alasan. Setiap bulannya ada saja peristiwa duka yang membuat negara adidaya ini menurunkan bendera hingga setengah tiang. Alasan teranyar untuk ini adalah penembakan para polisi di Baton Rouge Louisiana yang terjadi tidak lama setelah penembakan warga sipil kulit hitam bernama Alton Sterling masih di area yang sama.

Pemandangan bendera setengah tiang dari seberang terminal kedatangan luar negeri di bandara internasional Dulles, Washington D.C.Pemandangan bendera setengah tiang dari seberang terminal kedatangan luar negeri di bandara internasional Dulles, Washington D.C. 

Penembakan massal belakangan ini marak terdengar di berbagai kota di seluruh dunia, tapi secara khusus di Amerika Serikat belakangan ini terlalu sering terjadi. Saking seringnya terjadi, sampai-sampai CNN mengadakan sebuah survey tempat di mana warga sipil paling mungkin tewas dalam penembakan massal. Yang cukup mengagetkan ternyata tempat kerja (45,6%) dan sekolah (24,4%) adalah tempat paling berbahaya dan paling mungkin menjadi lokasi penembakan massal.

Gue merasa dunia ini bukan lagi tempat yang aman untuk dihuni. Di mana-mana ada saja penyerangan dan penembakan. Korban paling banyak adalah warga sipil pastinya, terutama yang tidak bersenjata. Banyak orang menyalahkan regulasi kepemilikan senjata oleh warga sipil di Amerika yang menyebabkan ini semua terjadi. Tapi secara pribadi gue berpikir bahwa senjata hanyalah medium, yang jauh lebih berbahaya daripada itu adalah kebencian.

Kebencian membutakan mata dan hati nurani, siapa saja bisa membunuh karena dilatarbelakangi kebencian. Tidak peduli menggunakan apa, kebencian membuat orang merasa berhak mengklaim dendam dan menghilangkan nyawa orang lain demi kepuasan batin.

Gue merasa sedih dan berpikir… semudah itukah nyawa manusia melayang? Bagaimana bisa manusia lain berpikir bahwa menghilangkan nyawa orang bisa menghapus kebencian atau meredakan dendam pada orang tersebut?

Hari pun semakin larut. Meski bendera setengah tiang berkibar, ada banyak turis dan warga lokal berfoto dengan raut wajah ceria, senyum mengembang di wajah mereka. Entah karena mereka senang bisa menginjakkan kaki di tanah Amerika dan mengabadikannya dengan berfoto bersama barisan bendera tersebut atau karena mereka tidak menyadari makna di balik pengibarannya yang hanya setengah tiang.

It ain’t the gun
It’s the man behind the trigger
Gets blood on his fingers
And runs

(Suicide by James Arthur)

– Washington D.C, 22 Juli 2016 –

Use Facebook to Comment

comments

One comment

  1. dwi says:

    Baru tau soal ini dan emang iya ya di negeri Paman Sam beruntun kabar duka di mana korbannya dalam jumlah yang nggak sedikit 🙁

    Stay safe everywhere you are ya Intan cantik 🙂

Leave a Reply