Just Book The Tickets and Go!

Jordan

Gue baru saja membuat salah satu keputusan paling besar dalam hidup, yaitu solo traveling. Setelah melihat jadwal terbang bulan Maret ini, gue punya beberapa hari libur yang cukup lumayan untuk dipakai berjalan-jalan. Keinginan jalan-jalan (di luar layover hours) memang udah lama gue simpan, tapi baru kali ini bisa gue jalankan. Itu pun setelah berulang kali ngeyakinin diri sendiri bahwa di luar sana ada banyak female solo travelers yang udah sering bepergian sendiri ke mana-mana.. And they survived the challenges they encountered on the trips. Malahan akhirnya mereka jadi ketagihan buat solo traveling lagi… dan lagi… dan lagi…

Kenapa gue ga berani? Mungkin karena bepergian sendiri terdengar seperti ide yang mengerikan bagi gue. Apalagi negara yang ingin gue kunjungi ini berbatasan langsung dengan negara-negara lain yang sedang dalam konflik. Tapi setelah gue pikir-pikir, ternyata bukan karena itu juga kok. Pekerjaan gue sendiri udah menuntut gue untuk banyak bepergian dan bertemu beragam orang. Jadi ga heran kalau gue butuh waktu sendiri, diam di suatu tempat (biasanya sih di apartemen tempat gue tinggal), dan ga melakukan apapun.

Mungkin banyak orang berpikir ini hal yang aneh, tapi coba deh tanya teman-teman cabin crew yang setiap harinya terbang dan melanglang buana ke berbagai kota dan negara di dunia. Kadang apa yang mereka butuhkan untuk rileks di waktu luang bukanlah berjalan-jalan, tapi diam di rumah. Nonton film, video call dengan keluarga atau masak-memasak dengan teman-teman satu apartemen.

Jadi apa yang membuat gue akhirnya memutuskan untuk ke Jordan? Hmm, apa ya.. sebenarnya ga banyak alasan untuk menjustifikasi keputusan ini. Tapi kalau boleh dibilang sebagai pembenaran, baru-baru ini gue merasa tercerahkan dan berpikir bahwa gue harus pergi solo traveling. It’s now or never.

Sometimes you don’t need reasons at all. Just book the tickets and go! Discover yourself and redefine the meaning of your life…

I have traveled to quite a lot of places, but never really did it on my own. It’s either in groups or on duty. Jadi gue pikir, kenapa gue ga coba untuk bepergian sendiri? Benar-benar mandiri dengan usaha gue sendiri. Mulai dari booking tiket pesawat (well, ini sedikit terbantu dengan staff benefit tickets yang gue punya, so for this I need to thank Saudi Airlines), perencanaan perjalanan, booking hotel, dan segudang pengumpulan data dan rencana lainnya yang diperlukan untuk solo traveling ini.

Sampai tulisan ini gue buat, perencanaan perjalanan gue baru 50 persen jadi. Yang paling utama, yaitu tiket pesawat dan Jordan Pass udah ada di tangan. Tinggal print beberapa dokumen dan pesan hotel aja. Dan gue masih harus dihadapkan pada kegiatan packing. Untuk yang satu ini gue harus cermat, soalnya rencana gue ini buat solo traveling jadi packing pun harus cerdas ga boleh kebanyakan bawa barang.

1456780174469

Untungnya internet dan kecanggihan teknologi sangat membantu gue buat ngurus ini-itu dan mencari sebanyak mungkin informasi dalam waktu yang relatif singkat. Semoga aja segala sesuatu yang gue perlukan buat solo traveling perdana ini bisa gue lengkapi sesegera mungkin. Gue juga berharap semoga perjalanan gue selama di sana berjalan dengan lancar. Pastinya gue akan menulis pengalaman solo traveling ke Jordan di blog ini. Mulai dari A sampai Z, semoga berguna buat yang punya rencana jalan-jalan ke sana, terutama yang pergi sendirian.

Anyway, gue nemu video wisata Jordan yang keren banget. Waktu gue ngeliat video ini, semakin tinggi rasa penasaran dan semangat gue untuk segera berpetualang ke sana!

Use Facebook to Comment

comments

2 comments

  1. RaW | Ramble and Wander says:

    Woo! Best! I went to Jordan twice before and I totally loved it! I used a private driver/car however to get around so that made it easy for me. Hope you catch the candle light ceremony at Petra in the evening! And maybe try hot air balloon ride in Wadi Rum too?

Leave a Reply