Self-Introduction for Cabin Crew Interview

Self Intro Header

Perkenalan diri terkesan mudah dan ringan, di setiap sesi wawancara pekerjaan apapun pasti ada yang satu ini. Meskipun sudah sering dibahas dalam banyak artikel tips wawancara pekerjaan dan banyak kandidat yang sudah mengetahui pentingnya hal ini, ternyata masih banyak yang ketakutan saat ditodong oleh rekruter untuk memperkenalkan diri.

Pada waktu menjadi pembicara di BINUS untuk career talk “How to Become a Cabin Crew” akhir November tahun lalu, gue juga membahas mengenai perkenalan diri ini. Beberapa peserta career talk yang datang pun gue undang untuk berdiri di depan para peserta lainnya dan berlatih memperkenalkan diri seolah mereka sedang mengikuti rekrutmen cabin crew. Dari situ gue mengajak semua orang untuk ikut mengevaluasi kekurangan para volunteer dalam menyampaikan self-introduction mereka.

Berikut ini beberapa kekurangan dalam self-introduction yang biasa ditemukan dalam rekrutmen cabin crew.

“My name is Kusumawati. You can call me Wati.”

… atau …

“My name is Rudino. My nickname is Dino.”

Banyak yang keseleo lidah dan melakukan kesalahan kecil ini. Menyebutkan nama panggilan. Sepintas ga ada masalah dalam menyebutkan nama panggilan ini, mungkin maksudnya adalah supaya rekruter mudah menyebutkan nama kita pada saat hendak bertanya sesuatu. Tapi percayalah, menyebutkan nama panggilan, terutama pada saat interview tahap awal tidak akan membuat rekruter terkesan. Sebab, seorang pelamar akan dilihat baik penampilan maupun cara bicaranya, apakah sudah profesional atau belum.

Menyebutkan nama panggilan bukan hanya akan membuat kandidat terkesan tidak formal tapi juga tidak profesional. Besides, it’s not like you are going to have a cup of coffee and chit chat after the interview with your recruiters. Why should you tell them your nickname then?

* * *

“I am 23 years old.”

Menyebutkan umur bisa menjadi berkah atau bumerang bagi kandidat. Bagus kalau kandidat terlihat lebih muda daripada usia yang disebutkannya, itu bagus. Tapi kalau sebaliknya? Bukan ga mungkin rekruter akan mengerutkan alis dan lebih memerhatikan wajah kandidat sambil bertanya-tanya apakah orang tersebut tidak melakukan perawatan wajah atau beban hidupnya berat sehingga terlihat lebih tua.

Lagipula tanpa menyebutkan umur pun, rekruter sudah tahu bahwa kandidat berada dalam rentang usia yang ditetapkan untuk dapat mengikuti rekrutmen. Jadi daripada membuang waktu untuk menyebutkan umur, lebih baik menggunakannya untuk memberi tahu informasi lain yang sekiranya lebih menarik perhatian rekruter untuk meloloskan kita ke tahap berikutnya.

* * *

“My hobbies are reading, writing, and listening to the music.”

Oke, terus kenapa? Kita sedang diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menampilkan imej sepositif dan seprofesional mungkin untuk dapat bekerja di suatu maskapai. Apa pula hubungannya dengan hobi membaca, menulis, dan mendengarkan musik? Apakah itu akan membantu kandidat terlihat menginginkan pekerjaan yang sedang dilamarnya?

Jangan heran ketika sedang mengucapkan hobi pada saat self-introduction, ekspresi wajah rekruter akan terlihat datar dan kebosanan. Mungkin saja mereka sudah mengeliminasi ratusan atau ribuan kandidat dengan klise yang sama dalam sesi self-introduction di beberapa rekrutmen sebelumnya.

* * *

“I just graduated from university with cum laude predicate.”

Pastinya membanggakan kalau bisa lulus dari sebuah universitas, apalagi yang punya reputasi, dengan predikat keren. Wow. Tapi belum tentu ini mengesankan para rekruter, sebab yang mereka cari bukanlah orang yang pintar secara akademik. Melainkan orang yang pintar membawa diri dan bekerja dalam tim, serta percaya diri bila mengerjakan tugas secara individual.

Menyebutkan IPK yang tinggi atau predikat kelulusan seperti ini bukan hanya terkesan pamer, tapi juga ga relevan dan ga menarik bagi rekruter, apalagi kalau jurusan semasa kuliah dulu tidak ada hubungannya dengan bidang jasa dan hospitality. Semakin ga mengesankan dan pamer predikat tersebut akan berakhir sia-sia.

* * *

“I want to change my career as a flight attendant because I don’t like working as a teacher.”

… atau …

“I want to work as a cabin crew because it gives me big salary and I can help my family financially.”

Apapun yang terjadi di dalam perusahaan tempat bekerja saat ini, jangan sampai kita menjelek-jelekkan atau memberi kesan negatif di depan rekruter. Gaji besar, jalan-jalan keliling dunia, dan banyak kesempatan serta manfaat lainnya memang menarik banyak orang untuk melamar pekerjaan ini. Tapi itu hanya akan menunjukkan kepada para rekruter betapa kita sangat menginginkan pekerjaan tersebut karena materi yang ditawarkan. Sementara mereka malah ga tau manfaat apa yang bisa kita tawarkan bila kita direkrut.

Jadi daripada menyelipkan harapan tentang perbaikan finansial atau mengesankan bahwa pekerjaan saat ini membuat diri stres, lebih baik bila kita menyebutkan keahlian atau manfaat apa yang bisa diperoleh maskapai bila kita jadi pramugari atau pramugaranya. Jual keahlian, jangan jual kisah hidup. Kita mau terlihat profesional, bukan tampil menyedihkan atau membuat iba orang lain.

* * *

Ternyata susah juga ya memutuskan apa yang harus dibagi pada rekruter saat mengenalkan diri. Hmm, harus diakui memperkenalkan diri ga segampang yang dipikir banyak orang, tapi juga ga sesusah itu kok. Selama kita bisa mengetahui apa yang dicari dan bagaimana situasi pada saat rekrutmen, maka kita bisa memberikan self-introduction yang menarik namun terlihat profesional.

Bila situasi sesi self-introduction yang dialami adalah seperti yang terjadi di tahap seleksi awal maskapai Garuda Indonesia atau Singapore Airlines, di mana sejumlah kandidat berjejer rapi dan berdiri tegap di hadapan para rekruter, maka perkenalan diri tidak boleh terlalu lama sebab setiap orang harus mendapatkan kesempatan yang sepadan untuk memperkenalkan diri mereka. Untuk sesi seperti ini, self-introduction yang baik berdurasi sekitar 1 hingga 1,5 menit. Sementara bila sesi self-introduction terjadi pada tahapan final interview, maka durasinya berkisar antara 2 hingga 3 menit.

Informasi yang perlu dibagi pada saat self-introduction berdurasi satu menit adalah sebagai berikut.

– Nama
– Pendidikan terakhir atau pekerjaan saat ini
– Kelebihan diri yang dianggap akan berguna bila diterima sebagai cabin crew

Sementara, untuk self-introduction berdurasi 2 hingga 3 menit, informasi yang bisa dibagikan kepada rekruter adalah sebagai berikut.

– Nama
– Pendidikan terakhir atau pekerjaan saat ini
– Motivasi atau alasan untuk bergabung dengan maskapai tersebut
– Kelebihan diri yang dianggap akan berguna bila diterima sebagai cabin crew

Berikut ini adalah contoh untuk self-introduction berdurasi 1 menit dan 2-3 menit dengan memakai komposisi informasi seperti yang telah disebutkan di atas.

 

Self-introduction for 1 minute

“Good morning, my name is Felicia. I just graduated from Tourism Academy and had a valuable experience of working part time for six months as a waitress in Five Star Italian Restaurant in Jakarta. I learn much about customer service and how to work with multinational colleagues. I think this experience is beneficial and can support me in becoming a cabin crew at your airline. Thank you.”

 

Self-introduction for 2-3 minutes

“Hello, my name is Danarusman. I have been working as a flight attendant at Private Airline for two years. Being based in Jeddah, Saudi Arabia has given me the opportunity to learn more about the diversity of my airline’s passengers and their various needs. Service excellence is my goal in every flight and I was awarded as Cabin Crew of the Month for three consecutive months recently.

I am eager to join your airline because I want to expand my career with the best airline in the industry. I will contribute my knowledge and experience to meet your airline’s expectation. Certainly, my language skills in English, Indonesia, Arabic, Spanish and French will benefit your airline when operating flights that need speaker of those languages. Thank you.”

Dua contoh self-introduction di atas memperlihatkan bahwa kandidat terlihat percaya diri dan tau apa yang dicari oleh maskapai yang sedang mengadakan rekrutmen. Bisa dilihat pada kedua contoh di atas, semua informasi yang diberikan hanyalah yang relevan dengan pekerjaan yang dilamar dan menaikkan nilai jual kandidat.

Bila kita memiliki pengalaman bekerja di restoran, kapal pesiar, hotel atau bidang industri pelayanan dan jasa lainnya, sebutkan saja. Begitu pula bila kita merupakan lulusan sekolah pariwisata, memiliki kemampuan bahasa asing lain selain Bahasa Inggris atau bahkan pengalaman di suatu maskapai, meskipun bukan sebagai pramugari atau pramugara. Sebutkan hal tersebut agar menjadi nilai plus di mata rekruter, sehingga mereka semakin penasaran dengan diri kita dan akan meloloskan kita untuk mengikuti tahapan rekrutmen selanjutnya.

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah mengucapkan salam dan terima kasih kepada rekruter setelah selesai memperkenalkan diri. Banyak kandidat yang lupa mengucapkan hal ini, padahal ini sangat penting. Sebab itu artinya kita menghargai kesempatan yang diberikan untuk mencoba menarik perhatian rekruter. Selalu tersenyum dengan tulus pada saat memperkenalkan diri dan coba untuk terlihat rileks, percaya diri, dan jelas saat berbicara.

Demikian pembahasan mengenai kesalahan-kesalahan yang umum ditemukan dan juga detil mengenai informasi yang relevan untuk dibagi pada saat memperkenalkan diri.

Semoga bermanfaat dan semoga sukses yaaa

Use Facebook to Comment

comments

16 comments

    • dearmarintan says:

      @Ceria Wisga: wah, semoga bermanfaat ya mak kalau nanti mau ikut wawancara kerja.. atau bisa juga dishare ke kerabat atau teman yang lagi mau wawancara.. thanks udah mampir dan komen 🙂

    • dearmarintan says:

      @Mba Icoel: iya mba, idealnya memang self-introduction untuk wawancara kerja hanya ngebahas hal-hal yang relevan dengan posisi yang dilamar dan nonjolin kelebihan kita supaya direkrut.. thanks udah mampir baca dan komen, mba 🙂

  1. Ester says:

    Thank you so much for sharing a lot of tips in your blog kak Marintan. I really want be humble flight attendant like you 🙂

    • dearmarintan says:

      @Ester: wah, seneng banget bisa menginspirasi kamu untuk jadi pramugari juga.. semoga segera terkabul ya impianmu 🙂 nanti kalau udah jadi pramugari, kamu nulis blog juga ya biar aku bisa blogwalking 🙂

  2. ira says:

    ya ampun kak intan ! ini rasanya ditampar bolak balik! thanks for enlightening my thought. cant wait to see your book ! always keep informing ya kak. sehat selalu yaa :3

Leave a Reply