Why do you want to become a cabin crew?

why do you want to become a cabin crew

Ini adalah pertanyaan paling sering ditemukan dalam wawancara cabin crew. Ga pandang bulu siapa rekruternya atau maskapai apa yang mengadakan rekrutmen, gue rasa semua orang yang pernah diwawancara untuk posisi cabin crew pasti pernah mendapat pertanyaan itu.

Kebanyakan orang akan jual omongan di depan rekruter, supaya mereka dipilih. Itu sah-sah aja. Namanya juga orang cari kerja ga mudah dan ada banyak kompetitor yang harus dikalahkan demi mendapatkan posisi dengan kuota terbatas, maka setiap orang berhak untuk menjual imejnya masing-masing.

Pertanyaan ini sederhana sebenarnya, tapi menjawabnya membutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi. Karena dari pertanyaan sederhana ini, rekruter bisa tau apakah kandidat jujur atau tidak, berminat kerja atau sekedar coba-coba. Terus terang, setiap orang pasti punya alasan berbeda-beda kalau ditanya secara jujur dan bukan dalam rangka wawancara.

Tapi berhubung alasan jujur, yang biasanya berhubungan dengan finansial maupun prestise, kerap kali dirasa kurang elok saat memberi jawaban, maka ga sedikit kandidat yang berbohong. Atau setidaknya menjawab dengan bunga-bunga yang ga perlu dan terasa klise. Ga percaya? Oke, berikut ini gue bahas satu per satu beberapa jawaban atas pertanyaan sederhana itu yang sering dilontarkan kandidat saat wawancara.

“WHY DO YOU WANT TO BECOME A CABIN CREW?”

“I want to become a cabin crew, because it is my childhood dream”

Banyak orang jawab begini, ga ngerti juga apakah mereka sadar bahwa ratusan atau ribuan kandidat lainnya juga mengucapkan hal serupa pada saat wawancara. Gue rasa rekruter udah bosan dengar alasan ini, sekalipun ini adalah jawaban jujur dari lubuk hati terdalam. Kenapa? Ya karena ga ada yang istimewa lagi.

Kalau gue rekruternya, mungkin gue akan balik bertanya, “Terus kenapa memangnya kalau cita-citamu jadi pramugari? Apa saya berkewajiban untuk membuat cita-citamu jadi kenyataan?”
Untung gue bukan rekruternya, hehehe.. Tapi bukan berarti rekruter yang dengar jawaban ini ga akan bertanya-tanya demikian. Setidaknya dalam hatinya. Intinya jawaban seperti ini ga kedengaran profesional dan sudah seharusnya dihindari jauh-jauh.

Kenapa? Karena sudah menjadi sifat anak-anak untuk cepat berubah pikiran dan suasana hatinya. Hari ini bercita-cita jadi dokter, besok kepingin jadi astronot. Besoknya lagi kepengen jadi konglomerat atau minimal kawin sama orang kaya raya. Siapa sih yang semasa kecilnya punya sederet cita-cita yang sering kali berubah? Dan ada berapa orang yang benar-benar mewujudkan cita-cita masa kecilnya?

See, now you know why it is not really a good idea to bring back your childhood memories to the interview room. Unless you have a particularly unique reason to support your answer and dig the recruiter’s interest deeply, then figure out a better response to the question.

* * *

“I always love traveling and by joining this airline I can travel around the world.”

Ini adalah jawaban yang gue rasa pernah dilontarkan (hampir) setiap orang, termasuk gue dulu sewaktu pertama kali ikutan rekrutmen cabin crew. No matter how immaculate your grooming is, if your answer to the question “why do you want to become a cabin crew?” is this, I guarantee you the recruiter will not be impressed.

Oke, anggaplah memang maskapai yang sedang dituju punya banyak destinasi internasional dan berlimpah dengan layover di banyak kota dunia super kece. Pasti seru ya ngebayangin bisa ngopi-ngopi cantik di Paris, berjemur di tepi pantai di Santorini, atau belanja murah di Myeong-dong.

Siapa sih yang ga kepengen merasakan hidup seperti itu? Percaya deh, para rekruter udah sering denger alasan klasik ini dari ribuan kandidat yang mereka wawancarai. Dan apakah dengan menjawab hal ini lagi pada saat ditanyakan akan membuat kita terlihat istimewa dan berbeda dari yang lainnya?

Jalan-jalan keliling dunia hanyalah salah satu benefit yang akan diperoleh bila bekerja sebagai cabin crew. Di balik setiap benefit yang besar, terdapat pekerjaan yang berat dan tanggung jawab yang bukan main pula. Jadi mulailah berpikir seperti seorang rekruter. Kira-kira kalau kita ada di posisi mereka, apakah kita akan merekrut kandidat yang mau bergabung demi sekedar jalan-jalan gratisan?

Remember, airlines don’t hire people and spend money on them during training only to be wasted in vain. They don’t train you to become a tourist guide, so figure out a great answer that will make them recruit you as a cabin crew.

* * *

“Because I just graduated from university and I want to start my career as a cabin crew.”

Ini jawaban yang terdengar elit kalau disampaikan dalam Bahasa Inggris. Padahal sebenarnya kandidat yang menjawab seperti ini terdengar desperate ga mau kelamaan nganggur. Tipikal orang yang sehabis lulus masih bingung mau kerja apa dan mencari perusahaan mana yang mau kasih gaji besar untuk lulusan universitas tanpa pengalaman. Jadi ya seperti iseng-iseng berhadiah gitu. Coba melamar, kalau diterima ya syukur, kalau ga diterima ya udah coba lagi perusahaan lain.

Demi apapun, tolong cari jawaban lain yang jauh lebih meyakinkan. Minimal kalau ga bisa terlihat cerdas, jangan terlihat bingung dan ga punya tujuan. Kalaupun belum berpengalaman magang atau kerja sampingan, kan bisa menyebutkan keahlian atau kualitas diri yang kira-kira menunjang untuk menjadi seorang cabin crew. Jangan sampai di mata rekruter terlihat ga niat kerja atau sekedar iseng melamar.

Meskipun di mata banyak orang pekerjaan ini masih dianggap remeh, tapi tanggung jawab di dalamnya sangat besar. Jadi tunjukkan keseriusan dalam melamar pada saat interview. Kandidat yang serius mau bekerja akan terlihat dari bahasa tubuh dan bahasa verbal pada saat rekrutmen kok. And if you want to be hired, you have to be that kind of person in the eyes of the recruiters.

* * *

Ketiga contoh di atas adalah jawaban-jawaban yang paling sering dilontarkan kandidat pada saat rekrutmen. Umumnya kandidat non-pengalaman yang menjawab seperti itu, meski terkadang ada juga ex crew yang ‘khilaf’ dan menjawab demikian.

Buat yang membaca postingan ini dan berencana untuk ikut rekrutmen cabin crew dalam waktu dekat, gue sarankan untuk segera memulai pekerjaan rumah ini. Tanyakan pada diri sendiri, sejujurnya kenapa sih pengen jadi pramugari atau pramugara? Jawab sejujurnya pada diri sendiri. Setelah itu rangkai kata-kata yang baik dan meyakinkan bila didengar oleh rekruter.

Try to put yourself as the recruiter. If you were one, would you hire someone with this kind of answer? Why?

Selamat mempersiapkan diri dan semoga sukses

Use Facebook to Comment

comments

4 comments

  1. Monica says:

    @kak marintan : kak recomend kursus bahasa inggris dong, karna setelah baca blog nya kakak tentang sekolah pramugari, aku mutusin buat ga jadi sekolah pramugari mau kursus bahasa aja

  2. diandra says:

    Ka marintan your blog is very interesting me, I will join Saudia’s FA recruitment in a few days, I just prepared myself by reading your blog,it’s really help me. I don’t know how to thank to you, please don’t stop writing whatever how busy you are with your job 🙂

Leave a Reply