In case you forget, flight attendants are airline’s ambassadors

socmed3

photo credit: socialbarrel.com

Ini termasuk judul yang panjang dan ga efisien untuk sebuah artikel. Kalau gue masih kerja sebagai wartawan, mungkin editor gue udah ngamuk-ngamuk dan bilang gue bikin judul ga mutu dan kepanjangan. Tapi berhubung ini untuk postingan blog dan guelah yang nulis sekaligus editor atas tulisan gue sendiri, jadi ga bakalan ada yang marah. Lagipula jujur aja, gue ga nemu judul lain yang tepat buat nulis postingan blog kali ini. So, here is why…

Semalam seorang teman yang bekerja untuk salah satu maskapai internasional mengirim line personal ke gue. Beberapa screenshots terpampang di layar ponsel gue menunjukkan kumpulan foto yang diambil dari akun instagram seorang pramugara yang merupakan teman kami. Foto-foto yang dimuat di akun instagram pramugara ini cukup provokatif. Selfie di depan cermin hotel tempatnya menginap, bertelanjang dada dan hanya diselimuti celana dalam. Posenya tampak menggoda dan alat kelaminnya menonjol dari balik celananya.

Awalnya gue pikir, so what? Itu kan instagram dia, ya suka-suka dia mau posting foto apa. Mau jungkir balik, mau main kuda-kudaan, bukan urusan gue dong. Memang bukan, tapi sebagai teman yang baik gue mengingatkan dia melalui komentar di akun instagramnya bahwa foto-foto itu bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Kenapa? Karena di instagramnya banyak foto lain yang menerangkan secara eksplisit tentang maskapai tempatnya bekerja. Bukan hanya satu atau dua foto juga yang terpampang di sana memperlihatkan secara jelas seragam, nama maskapai, maupun name tag berlogo maskapai dan aliansi penerbangan tempatnya bekerja. And to make it worse, his instagram was unlocked, which means anyone can access his photos freely without even having to follow him.

Gue ga ngerti apa yang ada di benak dia pada saat memutuskan untuk membagi foto-foto tersebut di media sosial. Sebetulnya bukan hanya dia aja yang mendasari gue menulis postingan blog ini. Tapi banyak cabin crew lainnya (yap, pramugari dan pramugara) yang kerap memajang foto-foto cenderung vulgar dan ambigu di media sosialnya.

Gue ga mau nyebutin satu per satu akun media sosialnya, tapi sebagai gambaran kalian bisa mengecek instagram @pramugari_indonesia. Akun tersebut kerap meregram foto-foto pramugari, sejauh ini yang gue liat mereka bekerja untuk maskapai domestik. Beragam pose pramugari bisa dilihat di akun itu, mulai dari duck face, foto lagi rebahan di atas tempat tidur dengan baju minim, sampai foto hanya berbalutkan handuk ada di sana dan terlihat sesuatu seperti lendir putih (ngakunya sih sabun) yang menyebar di sekitar pipi dan dada bagian atas.

Foto yang terakhir mengundang banyak kontroversi, entah masih ada di akun itu atau sudah dihapus. Bukan hanya gue yang berpikiran foto-foto di akun tersebut terkesan vulgar, lihatlah banyak komentar yang kebanyakan didominasi kaum lelaki. Mulai dari minta nomor telepon sampai komentar melecehkan terpampang di sana.

Ga sedikit pula yang berpose aneh-aneh dalam balutan seragam. Di luar seragam, ada yang pamer foto belahan dada, paha dan ekspresi wajah mengundang. Well, gue ga ngerti juga kenapa mereka posting foto begitu. Banyak orang yang memang hobi selfie dan itu sah-sah saja. Dan foto seksi asal sesuai konteks, misalnya berbikini di pantai, masih dalam batasan wajar meskipun ga disarankan. Orang-orang yang melihat pun ga akan merasa iritasi di bagian mata dan less likely to think negatively about it.

Media sosial menjadi wadah di mana orang bebas berekspresi dan berbagi. Siapapun bisa menulis dan memposting apapun di akun media sosialnya, itu adalah hak mereka. Tapi gue ga yakin maskapai tempat mereka bekerja akan senang bila menemukan foto-foto tersebut. Sebab itu tentunya tidak menunjukkan profesionalisme dan menjaga citra yang sudah dibangun maskapai.

Melihat koleksi foto-foto para pramugari dan pramugara di sosial media, gue merasa miris. Pantas saja banyak yang salah persepsi dan kerap melabeli awak kabin “bisa dipakai”. Ya rupanya begini kelakuannya. Mungkin maskapai-maskapai domestik belum menerapkan aturan yang ketat tentang pentingnya menjaga citra perusahaan.

Namun di maskapai-maskapai luar negeri sudah banyak yang menerapkan aturan ketat seperti ini. Singapore Airlines dan Qatar Airways bahkan secara tegas melarang awak kabinnya berfoto dalam seragam dan menyebarkannya di media sosial. Kenapa? Karena kedua maskapai bintang lima tersebut punya standar dan citra yang harus dijaga. Bahkan ada sanksi tegas yang bisa berujung pada pemberhentian kerja bagi awak kabin yang ketahuan melanggar aturan ini.

Postingan ini gue buat untuk mengingatkan rekan sesama cabin crew (sekaligus pengingat untuk diri sendiri) supaya lebih berhati-hati dalam memposting apapun di media sosial. Remember, what you share in public belongs to the public. You may erase whatever you regret sharing, but somebody else might already have the screenshots and talk about them with others. If you are uncomfortable with this thought, then protect or lock your social media accounts and choose carefully who can view or follow your updates.

Selalu ingat bahwa smartphone jaman sekarang dilengkapi dengan feature screenshots. Udah banyak kasus orang-orang kehilangan harga diri, dipermalukan di depan umum, dipecat, bahkan sampai dipidanakan hanya karena status atau update di media sosial yang discreenshot dan disebarluaskan. Jangan hanya karena update status atau foto narsis / vulgar / ga profesional akhirnya berujung pada kehilangan pekerjaan.

Be wise or somebody wiser will take your job.

Baca tautan artikel berikut ini sebagai pengingat supaya berhati-hati update status atau posting foto di media sosial.

1. Pramugari Aeroflot dipecat setelah menulis status di Twitter yang isinya menertawakan kecelakaan pesawat Sukhoi di Indonesia. Klik beritanya di sini.

2. Pramugari Turkish Airlines dipecat setelah berpose seksi untuk majalah pria dewasa terbitan Italia. Selengkapnya baca di sini.

Turkish Airlines Fires Air Hostess For Modelling

Seksi ya fotonya? Kece kan? Terlihat profesional? Tidak bagi Turkish Airlines karena setelah foto ini dimuat di majalah, wanita cantik bernama Zuhal Sengal ini kehilangan pekerjaannya sebagai pramugari. If you don’t love your job anymore (and the salary, perks and benefits you get from it), this might be the fastest way to get sacked by the company.

socmed2

This is exactly why some people keep the people they don’t really like on their social media timeline. To find out even the littlest mistake and make fun of it with others. Always remind yourself that nowadays people have smartphones that can screenshot your social media updates.

Use Facebook to Comment

comments

5 comments

    • dearmarintan says:

      @Rahmi Aziza: yang saya khawatirkan penumpang dan orang lain pada umumnya akan beranggapan semua cabin crew seperti ini. Sebab bukan cuma satu dua orang saja yang begini, tapi ada banyak..

  1. intan rawit says:

    wah ada yah oknum-oknum seperti itu, ya saya masih positive thinking mudah-mudahan yang seperti itu hanya segelintir saja. Ada beberapa teman dan tetangga juga jadi pramugari, dan mereka fine2 aja dalam memposting foto, tidak ada yang vulgar. Tapi tetep pake seragam, hehehe mungkin untuk menunjukkan kebanggan mereka terhadap maskapai tempat bekerja.

    Salam kenal

    • dearmarintan says:

      @Intan Rawit: sayangnya ada dan ga sedikit jumlahnya.. kalau mau iseng bisa cari sendiri di instagram dengan hashtag tertentu, langsung muncul banyak foto cabin crew yang bikin mata membelalak.. saya pribadi sih ga mau ambil pusing dengan foto-foto tersebut.. saya bikin tulisan ini hanya sebagai pengingat bagi diri sendiri dan beberapa teman seprofesi.. makasih ya mba sudah mampir baca dan komen 🙂

  2. drie says:

    menjaga mulut dan attitude di luar tempat kerja & sosial media ga hanya berlaku untuk pramugari aja kok. semua orang yang bekerja wajib melakukannya. selain menjaga profesionalitas dan menjaga nama baik perusahaan, nama baik diri sendiri pun ikut serta. makanya harus hati2 kalo mau update status, share foto dsb, dan kalo bisa di lock jadi cuma orang2 tertentu aja yg bisa liat. yg masih temen sendiri pun bisa aja menjerumuskan apalagi orang yg ga dikenal?. so think twice before you do 🙂

Leave a Reply