What do Muslims Think about Jesus?

10351832_10152371001937745_5009748459389216136_n

This is me reading the board at Heraa International Mall, Jeddah

Minggu lalu gue dan teman-teman pergi ke Heraa International Mall | سوق حراء الدولي. Dulu waktu masih tinggal di apartemen di Al Madinah Road, bisa dibilang kami cukup sering pergi ke mall tersebut karena jaraknya yang sangat dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 10-15 menit. Sejak tinggal di kawasan Obhur, kami nggak pernah lagi pergi ke Heraa karena jaraknya yang jauh. Jadi sewaktu Jumat lalu kami semua libur terbang dan suasana di seantero Jeddah sibuk menyambut Ramadan, kami pun memutuskan untuk pergi ke sana sambil melihat barangkali ada banyak brand terkenal yang diskon, hehehe~

Meskipun udah lama nggak pergi ke Heraa, gue masih cukup hafal letak setiap toko di dalamnya dan juga pintu keluar masuk mana saja yang harus kami lalui. Karena itu gue merasa terkejut ketika melewati sebuah etalase brand fashion terkenal, tampak sebuah papan yang unik. Sebuah judul berhuruf cukup besar dan berwarna kuning terpampang jelas untuk dibaca oleh siapapun yang melintasinya.

“WHAT DO MUSLIMS THINK ABOUT JESUS?”

Karena merasa aneh dan unik melihat tulisan tentang Yesus di Saudi (dan di sebuah mall pula) gue pun merasa wajib untuk berhenti sejenak dan membaca. Merasa hal ini unik, gue pun memotret papan tersebut. Tanpa gue sadari, perbuatan ini mengundang perhatian seorang pria Arab muda dalam balutan Thawb, pakaian khas pria Arab yang berwarna putih dan sorban kotak-kotak merah putih.

“Hello, are you Christian?” tanya pria itu.

“Yes, I am.”

“Then what are you waiting for? Just convert to Islam now,” senyum manisnya mengembang.

Gue dan Emmy, teman yang juga beragama Kristen, tertawa ketika mendengar kata-katanya. Hahahaha, nggak salah nih? Tahu-tahu ada pria Arab menyapa di mall dan langsung mengajak pindah agama. Kalau hal ini terjadi di Indonesia, mungkin akan lain ceritanya. Mungkin gue akan menganggap orang tersebut aneh karena tahu-tahu mengajak orang yang tak dikenalnya untuk masuk Islam. Berhubung ini terjadi di Saudi dan banyak hal aneh dan unik terjadi di negara ini, ya gue hanya bisa tertawa saja.

Gue pun dengan sopan mengatakan bahwa papan ini unik dan gue belum pernah menemukan bahasan apapun tentang Yesus di negara ini. Itulah sebabnya gue memotret papan tersebut untuk mengabadikannya. Dia pun menjelaskan tentang tujuan dari papan tersebut. Yaitu mengajak semua orang yang mengenal Yesus (mungkin maksudnya orang Kristen kali ya) untuk masuk Islam karena Yesus dicintai oleh umat Muslim.

“Christians know Jesus but don’t know Muhammad. Muslims know Jesus and Muhammad. We love them and we want everyone to do the same,” kata pria yang ternyata bernama Majed Faraj tersebut.

Sebenarnya ada banyak hal yang mau gue utarakan kepada Majed. Namun mengingat pada saat itu sudah jam sholat Isya dan banyak toko di dalam mall mulai menutup gerai sementara, mau nggak mau ada banyak orang yang berlalu lalang hendak menuju mushola dan masjid terdekat.

Orang-orang pun mulai melihat ke arah kami, sebab ada dua pria muda sedang berbincang dengan dua wanita muda di ruang terbuka di mall. Ini membuat gue seketika merasa takut seandainya ada muttawa (polisi syariah) menangkap kami karena selain bukan muhrim, kami tidak terlihat bergegas untuk sholat.

“I think we can discuss this later, not now and not here.”

“Are you afraid of muttawa? Fu*k muttawa! I am from the government, they cannot catch me,” katanya.

Gue dan Emmy kaget luar biasa saat mendengar itu, sebab siapapun yang mendengar tentang muttawa, baik pendatang ataupun penduduk lokal, semestinya merasa takut. Seperti waria yang takut garukan satpol PP. Atau maling ayam yang tertangkap basah oleh orang se-RT.

Meski begitu, Majed tampaknya sadar bahwa kami merasa tidak nyaman jadi pusat perhatian pengunjung mall lainnya. Dia pun setuju untuk memberikan kontaknya agar kami bisa menghubunginya sewaktu-waktu untuk mendiskusikan tentang informasi di papan tersebut.

Ini jadi pengalaman yang unik dan membuat gue bertanya-tanya lebih jauh, bagaimana sebenarnya kaum Muslim memandang Yesus? Mengapa di Indonesia gue nggak pernah mendengar orang Muslim menyebut nama Yesus tapi mereferensikannya sebagai Nabi ISA, sedangkan di Saudi Arabia gue malah mendengar orang Arab menyebut nama Yesus dengan riang dan santai seolah mereka terbiasa menyebutkan nama-Nya? Masih banyak pertanyaan lainnya yang berlarian di benak gue dan membuat gue merasa harus mempelajari lebih jauh tentang Yesus dan iman Kristen gue supaya makin kuat dan bertumbuh.

10455252_10152371017057745_747975955583651475_n

*Note: postingan ini ditulis bukan untuk menimbulkan debat SARA, hanya sekedar sharing hal yang menurut gue unik. Selamat membaca dengan hati dan pikiran yang terbuka 🙂

Use Facebook to Comment

comments

One comment

Leave a Reply